Panda

Dan saat mereka pergi rasanya sebagian dari diri kita ikut pergi.. beserta penyesalan.. seandainya saat mereka masih ada disini, kita berusaha untuk lebih peduli, karena mereka memang berharga.

Monday, April 23, 2012

WEWE MERASUKI INDRI

Ainun (32th) tengah cemas menanti kepulangan anaknya, Indri (7th). Padahal, hari sudah beranjak maghrib, tapi Indri belum juga pulang. Hal ini menimbulkan kekhawatiran dihati Ainun. Padahal kawan kawan sepermainan Indri, Nur, Tuti dan Adrian, pulang melewati rumahnya. "Indei kok nggak sama kalian?" tanya Ainun pada tiga kawan Indri. Tiga orang yang ditanya itu saling berpandangan lantas mengangkat bahu. "Tadi Indri sudah pulang lebih dulu ketimbang kami," jelas Tuti yang paling pintar ngomong. "Oo, jadi nggak bareng sama kalian ya?" tanya Ainun lebih kepada dirinya. "Memangnya belum pulang, Bu Ainun? tanya Tuti.
Ainun menggeleng. Mereka pun beranjak pulang. Semakin cemaslah hati Ainun karena mengetahui ada semacam tabu yang masih dipercayainya hingga kini. Anak anak tak boleh keluar maghrib. Takut ada sesuatu mencelakai.
Ditengah tengah kekhawatiran Ainun menanti, Indri pulang ke rumah, namun wajah dan tindak tanduknya lain dari biasanya. Ainun terbengong bengong melihat kelakuan Indri yang baru pulang. Apalagi Indri pulang membawa piring berisi belatung dan kantung plastik berwarna hitam. Hal ini semakin meyakinkan Ainun bahwa telah terjadi sesuatu yang aneh pada Indri. Kemudian, ia pub bertanya, "Dari mana kamu? Kok bawa bawa belatung gitu?"
"Ih ibu! Siapa bilang ini belatung? Ini sphagetti kok, Bu," Jawab Indri.
Prakkk...!! Ainun segera menepiskan piring yang dibawa Indri. Ketika terjatuh, belatung yang ada dipiring berserak kemana mana.
Lantas Indri marah. "Ibu kok malah begitu sih?'' kata Indri. Matanya melotot, mendeliki ibunya. Ainun bingung. Apa yang telah terjadi? Tapi, sedetik kemudian, ia terperangah. Dari belakang tubuh Indri, keluar asap tebal berwarna putih. Sesosok makhluk halus yang diistilahkan oleh orang orang sekarang bernama WEWE berdiri dibelakang. Rupanya, Indri sedang dirasuki. Ainun mundur beberapa langkah sampai kemudian terjengkang karena terantuk sesuatu. Indri yang tengah dirasuki maju. Tanganya terangkat. Berusaha mencekik leher Ainun yang sedang ketakutan setengah mati. Baru kali ini, Ainun melihat dengan mata kepala sendiri wujud wewe sebenarnya. Ia pun memejamkan mata, takut sesekali mengintip keadaan.Mulutnya berkomat kamit membaca ayat kursi.Berharap ayat itu mampu mengusir makhluk mengerikan itu. Benar saja setelah ia selesia membacanya tubuh Indri lemas dan tersungkur. Ainun yang mengetahui keadaan itu segera membopong Indri kedalam rumah, setelah suaminya pulang, dipanggilnya "orang pintar" dikampungnya untuk mengecek kondisi Indri. "orang pintar" itu mengatakan bahwa Indri habis dirasuki oleh makhluk penunggu pohon Serut dikali, diujung kampung. Sejak saat itu, Indri tidak diizinkan keluar sore hari. Indri yang sudah tahu keadaan sebenarnya menurut saja apa kemauan ibunya.

Saturday, April 21, 2012

LIKE YOU NO MORE


Fheryl adalah gadis tercantik di SMK Bullworts, namun terkadang dia sombong kepada orang orang biasa (tidak tajir). Pacar Fheryl yang tampan bernama George Van Krisnabell, yang memang berasal dari Belanda. Tingkah laku Fheryl sebenarnya tidak wajar, tetapi orang tuanya lah yang berkuasa dengan keuangan.
      Suatu hari ada murid baru yang berasal dari Venezuela. Dia bernama Gerrild, memang tampangnya sangat cupu. Hari pertama dia berangkat ke SMK Bullworts, tak ada seorang pun yang mendekatinya. Rasa kecewa bergumam dihatinya. Tapi ketika dia sedang berjalan menelusuri lorong perpustakaan dengan membawa buku dengan jumlah banyak. Tiba tiba "GUBRAAKKKK!!" Semua buku yang dipegang Gerrild jatuh. "Ups, maaf! Gue gak sengaja."Kata Fheryl sambil membantunya membereskanya. "Udahlah ryl, gak usah diberesin gitu ah! Let's go!"Nasehatnya George kepada Fheryl. "Ups! Sekali lagi sorry, bye!"Kata Fheryl. "Waw! Amazing"Kata Gerrild. "Cantik sekali gadis itu, kalau tidak salah tadi dia bernama Fheee... Fheryl!!"Hati Gerrild mungkin sudah mulai menyukai Fheryl.
     "Saudara Gerrild, anda masuk ke kelas 12C."Kata salah satu guru di SMU Bullworts. "Baik bu!"
Tidak disangka, ternyata Gerrild satu kelas dengan Fheryl. Dia pun memilih duduk dibelakang untuk lebih mudah memperhatikannya. Gerrild mencoba menengok kanan kiri untuk memastikan tak ada kekasih Fheryl. Setiap pelajaran berlangsung, tidak henti hentinya dia menatap Fheryl, Gerrild yang sebelumnya sekolah di Venezuela selalu cerdas untuk menjawab pertanyaan dari gurunya. Mungkin setelah bertemu Fheryl dia agak drop. Jam istirahat telah tiba. Dia mencoba bisa berkomunikasi dengan Fheryl, "Hai Fheryl..." Fherryl menjawab "Oh, haii! Lo pasti murid baru disini kan? Hmm! Tampang lo cupu banget sihh?" Gerrild terdiam sejenak. Walaupun kata katanya agak menyakitkan tapi Gerrild senang karena sapaanya bisa dijawab. Tiba tiba "Fheryl, common. This time for break! With who you in there?"George datang dan langsung menatap tajam kepada Gerrild lalu menarik Fheryl keluar kelas. Gerrild merasa takut sebenarnya, tapi apapun akan dia lakukan agar bisa dekat dengan Fheryl. Saat Gerrild sedang termenung dikelas sendirian. Ada seorang teman menepuk bahunya, entah siapa dia. Gerrild pun belum mengenalnya. "Hey! Kau beraninya mendekati Fherryl. Gila! Selama ini tak ada yang berani mendekatinya. Apa kau tak takut pada George? Aku hanya memberi saran kepadamu." "Aku brani mendekatinya, tanpa memedulikan apapun" Jawabnya dengan cuek. " Temanya lalu pergi dengan menggelengkan kepala, hmm... "PARTY PROM NIGHT, TONIGHT 21:00 pm" Semuanya telah mempunyai pasangan dansa. Tapi kenapa Gerrild belum mendapatkanya? Akhirnya dia memutuskan untuk tetap datang ke acara itu, sebelum berangkat dia berdoa meminta sesuatu istimewa terjadi malam ini. Setelah itu dia bersiap siap, kaca mata dia lepas. Mulai mengenakan jas  merah lalu model rambut yang berbeda. Alhasil! Keren dan  ganteng sekali. Walaupun dia berangkat menggunakan sepeda khas Belanda. Sampai disana semua orang terpana melihatnya tidak percaya bahwa itu adalah Gerrild. Terlihat gadis dengan gaun indah berwarna merah dipinggir kolam sendirian. Wow! serasi sekali ya dengan Gerrild. Gerrild mendekati gadis itu, ternyata dia adalah Fheryl. "Hai, kemana kekasihmu?"Sapanya. "Nggak tau!"Jawabnya sewot. "Kok gitu sih..."Gerrild membalas. "Ya terserah gue dong!" Tibatiba datang George dengan kekasih lain. Fheryl kaget. "George! Apaan sih! Kok kamu dtg sama cw lain, padahal kan kita udah janjian."Sewot Fheryl. "Maaf Fheryl, i am sorry. Ini kita tadi cuma gak sngj ktemu dijalan yaudah aku ajak dia sekalian." Drrrr! Handphone George bergetar tiba tiba ada message kalau orang tuanya telah meninggal di Belanda. Dia kagetnya minta ampun, malam itu juga dia terbang dari Bandara Amerika menuju Belanda. Ini kesempatan bagus untuk Gerrild mendekati Fheryl saat George tidak ada. "Lagu dansa akan segera diputar, silahkan bersiap siap dengan pasangan masing2 lalu siapakah nanti yang akan menjadi Queen and King Prom night yaaa?"sapa MC. Lagu dansa pun diputar, Fheryl dan Gerrild bingung akan berdansa dengan siapa. Akhirnyaa... Mereka pun berdansa berdua. Sungguh indah... Tetapi ada anak buah George melaporkan lewat email, tentang dansa Fheryl dengan Gerrild. Fheryl menatap mata Gerrild dengan indah, "waw! Gerrild, ternyata matamu berwarna biru..Indah."Puji Fheryl. "Iya..." Hanyutan nada nada dansa terdengar indah sampai 60 menit berlalu. "Kini saatnya pengumuman siapakah QUEEN DAN KING PROM NIGHT? Queen Promnight adalah..........................Adalahh......................FhE...FheryyyL! Silahkan untuk Ny.Fheryl Lidetson Bedingfield maju kepanggung dan pakai mahkota dan gelar queen. Tentunya juga ada sang King promnight dong yaa... Dia adalahhhhhh Geeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeorgee...silahkan ananda George maju kedepan panggung. Dimana ananda George? Karna Tn.George Nebercracker tidak hadir maka kita gantikan kepada Geeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrildddd Steward. Silahkan maju kedepan..." Akhirnya mereka berdua cocok sekali yaa" kata teman teman sekitar, tak lupa anak buahnya pun melaporkan hal ini juga pada George. Setelah acara itu Fheryl dan Gerrild berbincang sebentar. "Fheryl, bolehkah aku bertanya sesuatu?" "Boleh koq" Jawab Fheryl. "Fheryl, I LOVE U" Fheryl kaget mendengar itu tapi dia harus mengaku bahwa "Aku tidak mencintaimu, tetapi menyukaimu... Like you, but no more." Saat itu pula Fheryl pulang dg meninggalkan lukisan senyum yang selalu tgerbayang oleh Gerrild. Walaupun jawaban tidak seperti yang Gerrild inginkan, tapi Gerrild senang.Malam terindah yang selalu terkenang.
Pagi harinya semua telah berubah, Gerrild mulai mengubah penampilanya menjadi cool, sedangkan Fheryl tidak lagi memakai 'Lo, Gue' Setelah 1minggu kemudian George datang dan lalu memukul Gerrild hingga memar, Fheryl menghentikan lalu menjelaskan semuanya bahwa dia hanya cinta dengan George bukan dengan Gerrild. George pun sadar, lalu minta maaf pada Gerrild. Setelah 2 hari kemudian semua berjalan baik baik saja hingga Gerrild menemukan kekasih pujaanya selain Fheryl, yaitu Carlie anak kelas 12A yang sekelas dengan George. Akhirnya 2 pasangan itu pun menghabiskan masa2 SMK mereka dengan indah...
                                                                  HAPPY ENDING
Cipt Natasha.  

Thursday, April 19, 2012

Hallo sobat blogger!

Hai teman teman blogger? Gimana nih? Udah baca belum "KATA MAAF YANG TAK TERUCAP"? Bagus loh! Coba baca ya, dari situ kalian bisa ambil amanat. Sebelumnya maaf ya, aku baru ngepost 1 artikel cerita. Maklum baru bikin. Para blogger kalo mau ada yang komunikasi sama aku lewat comment ya.
Makasih.
                                                   ::::NATASHA FUNABASHI:::::

Wednesday, April 18, 2012

KATA MAAF YANG TAK TERUCAP

  Hari ini hari Minggu hari dimana Dendi akan menginap dirumah neneknya yang ada di Karawang, Bekasi. Dendi senang sekali ketika diajak kerumah neneknya itu. Pukul 17:42 Dandi sampai dirumah neneknya. "yeyeye, hai nek, apa kabar? Dandi rindu sekali dengan nenek." Sambil mencium tangan nenek dengan manja. "Nenek baik baik saja, cucu nenek yang manja...Nenek juga rindu denganmu. Apa kabar juga kamu di Jakarta?" "Ahh! Di Jakarta tidak enak nek, panas sekali disana. Sedangkan kalau disini rindang dan sejuk." "Ah kamu ini ada ada saja. Ya sudah, kalau kamu lelah, segera mandi gih. Lalu shalat..." "Baik nenekku sayangg!"
  Pagi yang cerah, Dendi sedang bersepeda mengelilingi taman yang sejuk. Tiba tiba roda bannya terkena batu sehingga Dendi pun terjatuh dengan kaki yang memar, dan kening yang berdarah karena terkena batu. "Aduhhhhhhh!!!" Teriaknya. Lalu ada seseorang datang, "Ya ampun, siapa namamu? Dimana Tinggalmu?" Awalnya Dandi merasa ragu pada orang itu, lalu orang itu kembali bicara, "Tidak usah takut, aku hanya akan menolongmu." Rasa ragu Dendi pun berakhir. "Kenalkan namaku Ahmad, siapa namamu? Ayo aku bantu kamu bangun." "Wah, terimakasih ya...Namaku Dendi, aku tinggal di tempat nenek Sari. Dimana rumahmu?" balasnya. "Rumahku dekat kok dari rumah nenekmu, hanya terloncat 2 rumah dari rumah nenekmu." "Wah dekat dong. Aduh!!" Dendi terjatuh karena kakinya sakit sekali. "Kamu kenapa? Ayo aku bantu gendong kamu sampai rumah." Baik sekali orang ini gumam Dendi dalam hati. "Akhirnya sampailah kita." Kata Ahmad. "Wah3x!! Ada apa ini?" Tanya nenek. "Begini nek, tadi kebetulan saya lagi ada di taman, dan menemukan Dendi terjatuh dari sepedanya. Jadi saya tolong dia, dan kebetulan rumah kami berdekatan kan nek..." Kata Ahmad. "Oh, yasudah...Terimakasih Mad. Kamu memang anak yang baik." "Iya, terimakasih ya, besok kalau aku sudah sembuh, maukah kamu bermain denganku?" Tambah Dendi. "Tentu! Baiklah aku pulang dulu ya. Pamit pulang nek..."
   Setelah 2 hari, mereka bermain bersama. Ketika itu Dendi hampir saja tertabrak truk besar, tetapi untung ada Ahmad yang selalu datang menolongnya disetiap waktu. "Terimakasih Ahmad, kau telah menolongku. Kau seperti malaikat yang selalu menjagaku." "Ah, tidak. Mungkin hanya sebuah kebetulan."
   Hari berikut dan berikutnya Ahmad selalu menolong Dendi. Sampai mereka dewasa, masih tetap menjadi sahabat walau rumah Dendi tidak disitu lagi.
   Suatu hari ketika Dendi sedang ada di Perpustakaan kota, dia bertemu dengan seseorang gadis cantik. Wah, sepertinya asmara mulai menyelimuti hati Dendi. Dia berusaha memperkenalkan dirinya kepada gadis itu. "Hai! Sedang mencari buku apa?"Tanya Dendi bertujuan merayu. "eehm, lagi nyari buku fisika." "Wah, kebetulan saya juga sedang mencari buku itu." Gadis cantik itu tersenyum manis. "Boleh kita berkenalan?" "Tentu saja."kata gadis itu. "Namaku Dendi, kamu?" "Namaku Sisca." sambil berjabat tangan. Pada kemudian hari Dendi dengan Ahmad belajar bersama. "Den! Kenapa bengong melulu sih? Lagi mikir apa yaa?" Tanya Ahmad. "Ahh! Enggak kok! Eh kok buku fisika milikmu sama sih kaya punyaku?"Jawab Dendi. "Ah, masa? Ya ampun Den, buku seperti ini kan banyak." "Eheehe, iya juga sih" "Tapi kok mirip banget yah?" Dan sepertinya aku pernah melihat buku ini. (Gumamnya dalam hati). "Hmm" balas Ahmad.
   Sore hari, Dendi hendak bermain kerumah Ahmad. Tak terduganya ada Sisca, gadis yang dia taksir. "Kenapa Sisca disini sih? Jangan jangan, Sisca kekasihnya Ahmad? Oh tidak!!!!" 3 hari Dendi tidak pernah menemui Ahmad, Ahmad menelpon tidak pernah juga diangkat oleh Dendi. Akhirnya Ahmad memutuskan untuk menemui Dendi kerumahnya jauh jauh. Hari mendung, dan sebentar lagi akan hujan. "Dendi! Ini aku den! Bukain pintu nya dong! Aku Ahmad!" Sebenarnya Dendi mendengar, dan langsung tanpa basa basi Dendi melabrak Ahmad didepan rumahnya. "Hey! Pinter ya! Kita udah sahabatan dari kecil! Kenapa kamu malah nusuk aku dari belakang sih Mad? Hatiku sakit!! Dan itu gara gara kamu!!" Ahmad pun sama sekali tidak mengerti apa yang sedang dibicarakkan olehnya. Dan ia hanya bisa terbengong sambil meneteskan air mata mendengar perkataan sahabatnya yang sangat menusuk hati. Hari mulai gerimis. Dendi langsung menutup pintu dengan kerasnya. "Dendi! Aku gak tau maksudmu apa. Dan kalau memang aku salah aku minta maaf. Tapi aku sama sekali gak tahu apa permasalahanya! Dendi! Aku gak akan pulang sebelum kamu membukakan pintu maaf untukku." Omongan Ahmad sama sekali tidak digubris oleh Dendi. Dendi malah menutup jendela rapat rapat lalu menarik selimut dan tidur. Berjam jam Ahmad menunggu sambil kehujanan dan kedinginan. Hingga wajahnya pucat pasi.
    Pagi harinya ada ramai ramai didepan gerbang Dendi. Dendi mulai menuruni tangga. "Permisi mba, ada apa ya?" Tanya Dendi pada salah satu masyarakat. "Ini, tadi ada pemuda pingsan didepan gerbang anda." JLEGGG!!! Dendi kaget, dan berpikir jangan jangan itu Ahmad. Ia pun bermaksud menemui Ahmad kerumahnya. Alhasil rumahnya banyak sekali orang orang berbaju hitam, dan ada bendera putih didepan rumahnya. "ASTAGA!! Apa yang telah aku lakukan? AHMAAADDDDD! Jangan tinggalkan aku!" Ia pun berlari sambil menangis mendekati rumah Ahmad!! Dia sempat tak kuat melihat Ahmad akan segera disemayamkan. Dendi Menangis tersedu sedu. Merasa sangat bersalah. Dikerumunan itu ia melihat Sisca, lalu bertanya "Ngapain kamu disini?" Sisca menjawab "Saya ikut berduka atas perginya Ahmad, murid les yang sangat saya banggakan." "Apa? Ahmad murid lesmu?"Kaget Dendi. "Iya," jawab Sisca. "Aku kira dia itu kekasihmu. Dan aku kesini mau minta maaf padanya." "Jadi kamu Dendi? Kamu yang selalu diceritakan Ahmad, bahwa dia bangga punya sahabat sepertimu, dia terkena kanker otak stadium 4." Sisca sambil meneteskan air mata tak henti hentinya. Sedikit sedikit air mata keluar dari air mata Dendi yang sebelumnya merasa sakit melebihi kejadian ini. Akhirnya Dendi kecewa, karena kata maafnya belum sempat ia ucapkan langsung dari mulutnya. Dan rasa berterimakasih padanya atas semuanya. "Mungkin jika aku tak mengenalmnu aku tak akan hidup sampai sekarang ini, terimakasih atas jasamu yang telah menyelamatkanku. Doaku menyertaimu MALAIKAT PENYELAMATKU. Sampai bertemu dialam yang baru saat nanti"
                                                                  T A M A T