Gak pernah menyangka, pada akhirnya kamu akan pergi juga. Selamat
jalan, perlu kau ketahui, kenangan tentangmu telah aku tulis pada kertas putih
di hatiku.
Kamu ngga tau, arti di setiap pandangan ini? Mengertilah..
Aku tak mau membuat rasa kepedulianmu muncul untukku walau pada
akhirnya kau tak mengerti juga apa yang aku rasakan.
Di dalam senyum ini, masih ada luka yang tersirat, pedih dan
menyakitkan sekali
Rasa ini tak sepenuhnya bisa terus bahagia, ada kala nya saat aku
menangis meratapi kenangan yang hilang begitu saja
Bila boleh aku menangis, aku ingin menangis mengungkapkan semua
rasa sakit yang ada di dalam hati ini untuk saat ini saja, kali ini saja.
Aku ingin sesekali bersifat egois, apakah hanya kamu saja yang
boleh egois?
Ketika kamu dating, aku menjauh. Ketika kamu pergi, aku malah
ingin kau kembali,
Kamu tau, perasaan apa yang muncul ketika aku menatapmu? Yaitu
rasa ingin tidak memandangmu untuk sekejap saja aku tidak bisa.
Rasa sakit itu pasti ada, rasa suka juga pasti ada.
Sedih dan gembira selalu dating satu paket. Entah hujan dulu yang datang,
atau bahkan cahaya kesenangan yang datang dahulu.
Hari ini aku senang, karena hujan tak datang membasahi pipiku.
Aku selalu mengerti jika kamu sakit, jika kamu sibuk, jika kamu bĂȘte
dan tak ingin ku ganggu. Aku selalu mengerti itu, tapi kau tak pernah mau
mengerti aku ketika aku sakit ataupun sibuk. Tapi aku ingin kau mengerti jika
suatu saat nanti aku pergi meninggalkanmu, jangan Tanya mengapa.
Begitu kamu pergi, kamu telah menemukan yang lebih baik dari aku.
Sebenarnya sakit, karena aku telah kehilanganmu yang pernah membagikan rasa
sayangmu padaku. Tetapi aku senang melihatmu bahagia bersama orang yang lebih bisa
membuatmu bahagia daripada aku, sekalipun itu temanku.
Aku ingin kau menjaganya baik-baik. Karena aku tak pernah
menjaganya, sehingga ia pergi dariku dan datang bersamamu, maka dari itu aku
memintamu untuk menjaganya.
Aku pernah menyia-nyiakannya, aku pernah beberapa kali membuatnya
kecewa, aku juga pernah membuatnya meneteskan air mata, dan saat ini aku telah
membuatnya pergi dariku. Padahal aku masih sangat membutuhkannya, sebenarnya
bukan untuk disakiti. Tetapi untuk dicintai, karena aku paham kini apa itu
dicintai.
Hei kamu, aku ingin tahu rasanya ketika kamu menyayangiku seperti
waktu itu. Aku rindu pada masa-masa itu. Akankah itu terulang kembali? Atau
hanya ukiran kenangan belaka?
0 comments:
Post a Comment
Be happy, thanks for your visit. Love yours babe!